Bencana alam yang menimpa Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong berbagai pihak untuk mengumpulkan Donasi Banjir Bandang NTT. Menurut data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) per 7 April 2021, setidaknya ada 128 orang yang dinyatakan meninggal dunia dengan lebih dari 22.000 orang mengalami dampak serius dari bencana tersebut.

Banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Flores Timur, NTT, tersebut pun menimbulkan kerugian materi seperti ratusan rumah hancur dan kerusakan pada sejumlah infrastruktur. Verifikasi pun terus dilanjutkan untuk memperbarui data korban dan dampak lain yang ditimbulkan bencana alam.

Selain di Kabupaten Flores Timur, donasi banjir bandang NTT difokuskan juga pada kawasan lain yang terkena bencana. Salah satunya Kabupaten Sumba Timur yang, menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah, mengalami dampak parah yang menimpa 109 kepala keluarga (KK), sementara 165 jiwa atau 54 KK harus mengungsi.

Cermat dalam mengumpulkan donasi bencana

Melihat dampak bencana yang merugikan, wajar bila bantuan sangat dibutuhkan warga agar mereka dapat segera bangkit. Kabar baiknya, berdonasi kini sudah bisa dilakukan dengan mudah dan cepat, sehingga mereka yang membutuhkan tak perlu menunggu bantuan terlalu lama.

Di sisi lain, Anda harus cermat memilih lembaga atau komunitas tertentu saat hendak menyumbangkan donasi banjir bandang NTT. Pasalnya, tak sedikit oknum yang memakai bencana sebagai kedok untuk meraup keuntungan. Disitat dari laman Psychology Today, ada tiga hal yang perlu diperhatikan sebelum berdonasi agar sumbangan bisa dipakai secara efektif, antara lain:

  1. Prioritaskan uang daripada barang
    Kebutuhan seperti makanan dan pakaian memang sangat bermanfaat untuk korban bencana alam. Namun, ada baiknya Anda memprioritaskan sumbangan dalam bentuk uang kalau tak bisa datang ke lokasi. Mengapa? Pasalnya, distribusi barang seperti pakaian dan bahan baku makanan kadang terganggu karena lokasi yang terisolasi.
  2. Memberikan donasi secara bertahap
    Sekilas, memberikan donasi banjir bandang NTT secara sekaligus terdengar praktis. Namun, langkah tersebut kurang direkomendasikan karena proses pemulihan di lokasi bencana membutuhkan waktu sesuai tingkat kerusakan dan kerugian yang dialami warga. Oleh karena itu, setelah uang dari donasi berhasil dikumpulkan, gunakan secara bertahap sambil mengamati pemulihan di tempat bencana.
  3. Pelajari lembaga atau organisasi donasi
    Kemudahan menyumbang lewat website ternyata membuat banyak orang kurang hati-hati sampai tak memeriksa lembaga atau organisasi yang menyelenggarakan donasi. Akibatnya, uang yang mereka transfer tak akan pernah sampai ke korban bencana. Oleh karena itu, Anda sebaiknya memeriksa dulu pihak yang mengadakan donasi banjir bandang NTT tersebut.

Ringankan beban korban bersama Wahana Visi Indonesia

Menyoal lembaga atau organisasi donasi terpercaya, Wahana Visi Indonesia (WVI) siap menjadi partner untuk Anda yang ingin menyumbangkan yang secara online. Untuk banjir bandang NTT, WVI memasang target donasi hingga Rp100 juta.

Kemudian, WVI sudah melakukan rapid assessment dan distribusi sejak 5 April 2021. Adapun detail tandon yang diberikan adalah 5.000 liter air bersih di dua lokasi pengungsian Kambaniru dan Mauliru, Kabupaten Sumba Timur. Mereka pun akan merespons dampak bencana selama tiga bulan sampai 5 Juli 2021 dengan fokus bantuan tunai dan non-tunai, termasuk mitigasi bencana alam.

Jika Anda ingin memberikan donasi banjir bandang NTT, silakan kunjungi laman resmi Wahana Visi Indonesia untuk mempelajari prosedur donasi dan memantau informasi seputar jumlah sumbangannya.

By Desta

Leave a Reply

Your email address will not be published.